Minggu, 22 Maret 2009

Pengertian serta Dampak Penggunaan 3G dan 3.5G

Sejarah 3G

Ada pun perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:

1. Generasi pertama: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System)

2. Generasi kedua: digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT
3. Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.

Antara generasi kedua dan generasi ke-3, sering disisipkan Generasi 2,5, yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) & EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.

Definisi 3G

3G atau third generation adalah istilah yang digunakan untuk sistem komunikasi mobile generasi selanjutnya. Sistem ini akan memberikan pelayanan yang lebih baik dari apa yang ada sekarang, yaitu pelayanan suara,text dan data. Jasa layanan yang diberikan oleh 3G ini adalah Jasa pelayanan Video, akses ke multimedia dan mobile Internet kecepatan tinggi, adalah beberapa kemungkinan yang akan didapat oleh konsumen pada masa yang akan datang. Sistem 3rd Generation akan memperbesar kemungkinan2 pada sistem komunikasi dan informasi.

Keuntungan utama adalah sistem ini akan menawarkan pelayanan dengan kapabilitas high-end, yang mana termasuk peningkatan kapasitas, kualitas dan data rate dari apa yang ada sekarang. Juga akan dapat melakukan pemakaian serentak dari beberapa jasa pelayanan. Sistem 3rd Generation juga akan menjembatani celah yang ada antara dunia wireless dan dunia computer/internet.

Secara umum, ITU-T, sebagaimana dikutip oleh FCC mendefinisikan 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses:

* Sebesar 144 Kbps untuk kondisi bergerak cepat (mobile).
* Sebesar 384 Kbps untuk kondisi berjalan (pedestrian).
* Sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik di suatu tempat.

Teknologi 3G

Pada saat ini ada dua cabang dari pengembangan 3G, yaitu dari sisi GSM (Global System for Mobile Communication)yang dipelopori oleh 3G Partnership Project dan CDMA (Code Division Multiple Access) yang dipelopori oleh 3G Partnership Project 2 (3GPP2). Kedua teknologi tidak kompatibel dan sesungguhnya saling berkompetisi.

Salah satu alasan mengapa layanan 3G dapat memberikan throughput yang lebih besar adalah karena penggunaan teknologi spektrum tersebar yang memungkinkan data masukan yang hendak ditransimisikan disebar di seluruh spektrum frekuensi. Selain mendapatkan pita lebar yang lebih besar, layanan berbasis spektrum tersebar jauh lebih aman daripada timeslot dan/atau frequency slot.

Jaringan 3G tidak merupakan upgrade dari 2G; operator 2G yang berafiliasi dengan 3GPP perlu untuk mengganti banyak komponen untuk bisa memberikan layanan 3G. Sedangkan operator 2G yang berafiliasi dengan teknologi 3GPP2 lebih mudah dalam upgrade ke 3G karena berbagai network element nya sudah didesain untuk ke arah layanan nirkabel pita lebar (broadband wireless). Layanan 3G juga telah digembar-gemborkan namun pada kenyataannya, banyak ditemui kegagalan. Negara Jepang dan Korea Selatan adalah contoh dimana layanan 3G berhasil. Hal ini sangat mungkin disebabkan oleh faktor:

1. Dukungan pemerintah.
Pemerintah Jepang tidak mengenakan biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas operator-operator di Jepang (ada tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone). Sedangkan pemerintah Korea Selatan, walau pun mengenakan biaya di muka, memberikan insentif dan bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea Selatan adalah negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di dunia) sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.

2. Kultur masyarakatnya.
Layanan video call, yang diramal menjadi killer application tidak terlalu banyak digunakan di kedua negara tersebut. Namun, layanan seperti download music dan akses Internet sangat digemari. Operator seperti NTT Docomo (Jepang) memberikan layanan Chaku Uta untuk download music. Sedangkan di Korea, layanan web presence seperti Cyworld yang diberikan oleh SK Tel, sangat digemari. Dengan layanan ini, pelanggan bisa mengambil foto dari handset dan langsung memuatnya ke web portal miliknya di Cyworld. Layanan ini kemudian ditiru oleh Flickr dengan handset N73.

3. Keragaman layanan konten.
Docomo dan SKTel tidak menggunakan WAP standar sebagai layanan konten nya. Docomo mengembangkan aplikasi browser yang disebut iMode, sedangkan SKTel mempunyai June dan Nate.

Sejarah 3.5G

3,5G atau dikenal juga sebagai super 3Gteknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi 3G (>2Mbps) sehingga dapat melayani komunikasi multimediainternet dan bertukar data video (video sharing). merupakan peningkatan dari seperti akses

Teknologi ini merupakan penyempurnaan teknologi sebelumnya dengan menutupi semua keterbatasan 3G. Contohnya layanan panggilan video 3,5G mengalami penyempurnaan dengan meniadakan penundaan suara maupun penundaan pada tayangan wajah lawan bicara di layar ponsel (yang sering terjadi pada 3G), sehingga melakukan panggilan video (video call) melalui jaringan 3,5G jauh lebih terkesan hidup.

Teknologi 3,5G

Tentu kita sudah mengetahui mengetahui teknologi 3G yang beberapa tahun lalu sudah sangat ramai dibicarakan orang. Mungkin kebanyakan orang awam mengetahui teknologi 3G ini adalah sebatas sebuah ponsel 3G yang memiliki fasilitas video call. Namun pada dasarnya 3G itu adalah sebuah teknologi sedangkan ponsel 3G tersebut hanya sebuah media yang dapat ditumpangi oleh teknologi 3G itu sendiri.
Di tahun 2008 sekarang, seolah teknologi 3G mulai pudar ketenarannya karena digantikan oleh teknologi 3.5G. Apakah sebenarnya teknologi 3.5G ini?

* Pengertian Teknologi 3.5G
Teknologi 3.5G ini merupakan teknologi transmisi data pita lebar yang dapat digunakan secara berpindah-pindah (mobile broadband) yang berbasis HSDPA (High-Speed Downlink Package Access). 3.5G adalah teknologi lanjutan dari 3G yang dalam teori memberikan layanan suara, video, maupun akses dengan kecepatan hingga 3.6 Mbps atau sembilan kali lebih cepat dari layanan 3G umumnya.

Content teknologi 3.5G tidak jauh berbeda dengan content 3G yang sudah ditawarkan oleh beberapa operator selular di Indonesia yaitu video call, mobile video, mobile TV, serta video content. Mungkin yang unik adalah fitur multiplayer game nya. Perbedaan antara 3G dengan 3.5G adalah 3.5G lebih tajam gambarnya ketimbang 3G. tidak itu saja, bahkan konsumen juga dapat mengakses internet melalui ponsel tersebut.

Seperti teknologi sebelumnya, teknologi 3.5G juga menggunakan jalur lebar (broadband) yang menyediakan koneksi internet lebih cepat dan sambungan langsung ke jaringan internet internasional maupun lokal. Dengan kecepatan yang dahsyat itu, 3.5G menghantarkan pengalaman multimedia bagi penggunanya. Mulai dari download email, video calling hingga streaming video dapat dilakukan dengan kualitas yang bisa dipastikan jauh lebih baik.

* Penggunaan Teknologi 3.5G
High-Speed Downlink Package Access (HSDPA) adalah sebuah protokol telepon genggam dan kadang kala disebut sebagai teknologi 3.5G. teknologi ini dikembangkan dari WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA 2000. HSDPA memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbite/detik arah turun). HSDPA merupakan evolusi dari standar W-CDMA dan dirancang untuk meningkatkan kecepatan transfer data lima kali lebih tinggi. HSDPA mendefinisikan sebuah saluran WCDMA yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSHC) yang cara operasinya berbeda dengan saluran WCDMA yang ada sekarang, tetapi hanya digunakan dalam komunikasi arah bawah menuju telepon genggam.

* Aplikasi Teknologi 3.5G
Teknologi 3.5G ini memungkinkan penggunanya untuk mendownload beragam sajian multimedia separti streaming video, streaming musik, mobile TV, online game, cuplikan film, animasi, video klip, berita keuangan, MP3, dan download karaoke dengan kecepatan tinggi. Semuanya dapat dilakukan sambil tetap melakukan video call dengan tanpa mengganggu proses transfer data. Kegunaan lain teknologi 3.5G yang paling sering dimanfaatkan saat ini adalah menjadi internet broadband HSDPA. Dengan teknologi ini kita dapat mengakses data atau internet lebih cepat.

* Keunggulan Teknologi 3.5G
Dengan berbekal bandwith hingga 3,6 Mbps, kehadiran HSDPA dari jalur teknologi 3.5G ini meninggalkan pendahulunya yaitu GPRS hingga 3G. GPRS hanya sanggup membawa data hingga 50 Kbps. Penerusnya EDGE yang juga dikenal dengan 2.75G hanya mampu sampai di 150 Kbps. Sedangkan WCDMA alias 3G baru bisa mengusung data secepat 384 Kbps. Teknologi 3.5G mobile internet access menawarkan berbagai keuntungan untuk kalangan bisnis maupun perorangan. Keunggulan utama yaitu dengan kecepatan super tinggi hingga 3,6 Mbps menggunakan teknologi High Speed Downlink Package Access (HSDPA) memperlihatkan bahwa teknologi 3.5G sangat superior dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya.

Dampak Penggunaan 3G dan 3.5G

Dampak Positif
Sebuah teknologi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak positif ponsel 3G adalah akses informasii dengan begitu mudahnya. Saya bisa mengetahui berita terkini internet, sehingga saya tidak perlu repot-repot membaca koran yang makan waktu lama atau mencari warnet. Saya bisa melakukan video call kepada pacar saya. Misalnya kangen, jadi tidak perlu dateng kerumah sang pacar

Saya paling menikmati kehadiran teknologi ini ketika saya sedang suntuk atau sendiri, maka saya memutar mp3 atau download musik untuk menghibur hati. Atau ketika liburan kemarin dengan teman-teman, saya mengabadikan momen tersebut lewat kamera dan video. Ketika orang tua saya khawatir dengan keadaan saya beliau menelepon, Intinya kehidupan saya semakin mudah dan praktis dengan ponsel 3G ini. Bayangkan bila saya mesti membawa-bawa kamera, handycam, mp3 player, laptop dalam satu tas. Saya malah seperti Salesman.

Dampak Negatif
Secanggih apapun suatu teknologi pasti ada kelemahan dan dampak buruknya. Satu yang saya ingat adalah kita menjadi semakin tergantung dengan alat ini. Semua dilakukan dengan satu alat dan hidup kita serasa didalamnya. Bayangkan bila alat ini hilang atau sekedar lupa membawanya maka kita bisa menjadi kacau, bingung. Dengan alat ini kita menjadi asyik dengan dunia baru kita, kita menjadi semakin malas. Malas bergaul, kita menjadi terisolir dengan adanya teknologi baru ini, bahkan untuk berkomunikasi tatap muka saja enggan, cukup telepon atau sms saja. Pada akhirnya kita menjadi semakin idividualis. Padahal kita sejatinya tidak dapat hidup sendiri, selalu membutuhkan orang lain.

Teknologi ini hanya bisa digunakan untuk ponsel-ponsel jenis tertentu saja yang tidak bisa dijangkau oleh masyarakat kita pada umumnya. Akibatnya akan timbul kecemburuan sosial. Orang kaya senang pamer ponsel 3Gnya, dan akan menimbulkan niat bagi orang lain untuk memilikinya. Akhirnya angka kejahatan meningkat. Selain itu teknologi ini juga rawan kejahatan virtual. Meski sudah ada cyberlaw, namun pelaksanaannya kan belum maksimal.

Pada akhirnya secanggih apapun teknologi itu akan menjadi bumerang bagi manusia. Manusia memang lebih sempurna karena memiliki akal disamping hawa nafsu. Namun ketika nafsu digunakan untuk berpikir, maka kehancuranlah ganjarannya.

Rizky Nurrahman A.
153070067


Comments :

0 Komentar to “Pengertian serta Dampak Penggunaan 3G dan 3.5G”

Posting Komentar

Followers

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by Ada-ada Aja

Template by Ada-Ada Aja | Ada-Ada Aja | Blogger